Posted on Februari 23, 2009 by dzakhirah
Membahas Hadits Palsu Seputar Khusyu’
Abu Musa al-Atsari
Sering disampaikan pada khutbah jum’at atau ceramah-ceramah umum lainnya beberapa hadits yang berkaitan dengan khusyu’. Sebagian hadits tersebut berderajat shahih atau hasan. Namun ada sebuah atau dua buah hadits berderajat lemah atau bahkan palsu. Andaisaja para khatib menjelaskan kelamahannya maka selesailah perkara. Tapi sangat disayangkan, mereka tidak menyinggung hal itu sama sekali apalagi menjelaskannya. Sehingga sengaja atau tidak mereka telah berbicara tentang agama tanpa ilmu. Padahal Allah berfirman:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. al-Isrâ`: 36)
Sebagai bentuk nasehat bagi kaum muslimin umumnya dan para penceramah khususnya, maka pada pembahasan ini kami akan mengulas dengan ringkas sebuah hadits palsu seputar pembahasan khusyu’ yang sering dibawakan oleh para khatib jum’at atau penceramah. Selamat menyimak! Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Hadits | Ditandai: Edisi 48 | Leave a Comment »
Posted on Februari 23, 2009 by dzakhirah
Bahagia Dengan Manhaj Salaf
يَطِيْـبُ قَلْبَاهْ بِلُقْيَا إِخْــوَةٍ فِيْهِمُ اجْتَمَعْنَا فِي طَرِيْقٍ نَهْتَدِيْ
تَوْحِيْدُ رَبِّ النَّاسِ جُلُّ مُرَادِنَا وَبِـخَيْرِ رُسُلِ اللَّهِ كُلٌّ نَقْتَـدِيْ
فَـمَدَارُ مَنْهـَجِنَا كِتَابُ إِلَهِنَا وَ السُنَّةُ الْعَصْمَاءُ سُـنَّةُ أَحْــمَدِ
ثُمَّ الْهُدَى هَدْيُ الصَّحَابَةِ بَعْدَهُ خَيْرُ الأُلَى مِنْ أَهْلِ قَرْنٍ أَمْــجَدِ
اِلْزَمْ خُطَاهُمْ وَاقْـتَـدِ آثَارَهُمْ دُوْنَ ابْـتِدَاعٍ أَوْ غُلُوٍّ تَسْــعَدِ
Alangkah gembira hati ini bisa berjumpa saudara (satu agama)
Bersama mereka kami berkumpul pada satu jalan menuju hidayah
Mentauhidkan Rabb alam semesta adalah tujuan utama kami semua
Dan dengan rasul Allah terbaik kami semua mengikuti tuntunannya
Poros dasar utama manhaj kami adalah kitab Allah Rabb alam semesta
Dan sunnah Nabi ma’shum, yaitu sunnah Nabi Ahmad (Muhammad) shollallahu alaihi wa sallam
Kemudian dengan petunjuk para sahabat beliau sepeninggalnya
Mereka semua adalah generasi terbaik dan generasi paling mulia
Telusurilah langkah-langkah mereka dan ikuti pula jejak mereka
Jangan berbuat bid’ah atau berlebih-lebihan pasti kau kan bahagia
(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 48, hal. 60)
DIarsipkan di bawah: Sya'ir | Ditandai: Edisi 48 | Leave a Comment »
Posted on Februari 23, 2009 by dzakhirah
DIarsipkan di bawah: Cover | Ditandai: Edisi 48 | Leave a Comment »
Posted on Februari 12, 2009 by dzakhirah
Pena Bermata Dua
Nasehat Bagi Para Penulis
Oleh: Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr
Semoga Allah memuliakan pena, sebagai makhluk pertama ciptaan-Nya(ulama berselisih tentang makhluk pertama yang Allah ciptakan menjadi dua: kelompok pertama menyatakan, makhluk pertama adalah pena. Kelompok kedua berpendapat makhluk pertama adalah Arsy), sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-. Dan Allah telah bersumpah dengan pena karena kemuliaan yang dimilikinya dan kemuliaan dari tujuan diciptakannya. Allah berfirman:
Nūn, demi qolam (pena) dan apa yang mereka tulis. (QS. al-Qolam: 1)
Allah bersumpah dengan pena bahwa dakwah agama Islam bersandar kepada seseorang Nabi yang ma’shūm yang sempurna akal dan kekuatannya. Oleh sebab itu, Allah meneruskan ayat di atas dengan firman-Nya:
Berkat nikmat Rabb-mu, kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. (QS. al-Qolam: 2)
Sebab, gila merupakan penyakit yang dapat menghalangi diri dari menjalankan kewajiban agama dan menyampaikan dakwah, juga merupakan salah satu faktor penyebab melampaui batas. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Nasehat | Ditandai: Edisi 47 | Leave a Comment »
Posted on Februari 3, 2009 by dzakhirah
Makan Saat Lapar Berhenti Sebelum Kenyang
Pertanyaan:
Ustadz, hadits yang berbunyi, “Makanlah pada saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang” apakah shahih? [+622817924XXX]
Jawaban:
Apabila yang antum maksud adalah hadits dengan lafazh berikut ini:
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
Kami adalah suatu kaum yang tidak akan makan sampai kami lapar, dan apabila kami makan maka kami berhenti sebelum kenyang. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Tanya-Jawab | Ditandai: Edisi 47 | Leave a Comment »
Posted on Februari 3, 2009 by dzakhirah
Shalat Sunnah Sepulang Safar
Abu Musa al-Atsari
Safar adalah aktivitas yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Dari sisi lelahnya, Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda:
السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ
Safar merupakan secuil dari adzab. HR. al-Bukhari, no. 1084, 3001, 5429, dan Muslim, no. 1927.
Sedang dalam sisi senangnya, orang yang safar akan mendapat ilmu baru, teman baru, pengalaman baru, dan hal-hal lain yang baru.
KEBIASAAN ULAMA
Safar dari satu negeri ke negeri lain atau dari kota ke kota lain dalam rangka menuntut ilmu merupakan kebiasaan para ulama. Dan hingga saat ini –alhamdulillâh- banyak para penuntut ilmu yang rela berpisah dengan keluarga dan saudara untuk merantau jauh demi mencari ilmu agama, semoga Allah merahmati mereka. Sehingga para ulama banyak yang memiliki syair yang membahas seputar safar, dan di antara mereka adalah Imam asy-Syafi’i -rahimahullah-.
Kemudian, apabila kita pelajari dengan baik tuntunan dan petunjuk Nabi -shollalahu alaihi wa sallam- dalam hal safar ternyata ada banyak sekali. Sebagiannya masih diterapkan oleh kaum muslimin. Namun sebagian yang lain mulai terlupakan dan ditinggalkan. Dan di antara sunnah Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- yang telah banyak dilupakan adalah shalat dua rakaat di masjid sepulang dari safar. Yang mana seseorang yang baru pulang dari safar disunnahkan untuk pergi ke masjid terdekat dari rumahnya kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, baru setelah itu ia pulang ke rumah. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Fiqih | Ditandai: Edisi 47 | Leave a Comment »
Posted on Januari 30, 2009 by dzakhirah
Sepucuk Surat di Hari Valentine
Sebelum 14 Februari menyapa, para muda-mudi sibuk mempersiapkan hadiah, kartu ucapan, bunga, pakaian dll. Bahkan tak jarang dari mereka sibuk mencari pasangan agar hari istimewa –versi mereka- itu tak terlewatkan hampa begitu saja. Mengapa mereka begitu perhatian dengan hari yang satu ini? Ternyata, hari itu merupakan hari kasih sayang dan saling cinta, “sekarang valentine’s day” atau “hari valentine”, seru mereka.
Pada momen ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahullah- memiliki sepucuk surat bagi muda-mudi yang masih suka merayakan hari istimewa –versi mereka- ini. Mari kita baca bersama. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Fatawa | Ditandai: Edisi 47 | Leave a Comment »
Posted on Januari 30, 2009 by dzakhirah
Syaikh al-Albani -rahimahullah- bercerita:
“Setelah aku membeli sebidang tanah di luar kota, karena harga tanah di sana murah, aku langsung membangun sebuah rumah lengkap dengan toko. Setelah semuanya beres, aku baru sadar bahwa jarak antara rumahku dengan perpustakaan azh-Zhahiriyyah yang sering aku kunjungi lumayan jauh. Dahulu aku bekerja satu atau dua jam di tokoku sebelum perpustakaan itu dibuka. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ibroh | Ditandai: Edisi 47 | Leave a Comment »
Posted on Januari 30, 2009 by dzakhirah
Tamu Istimewa
Syaikh Husain bin Audah al-Awaisyah pernah bercerita: “Suatu saat Syaikh al-Albani -arahimahullah- pernah berkunjung ke rumahku, lalu ia duduk di kursi ruangan ini, sementara itu aku tidak bisa menyuguhkan sesuatu kepadanya dalam waktu yang sesingkat ini.
Aku katakan kepadanya: “Jangan marah kepadaku, ya Syaikh, aku tidak memiliki sesuatu yang siap dihidangkan untukmu.”
Tapi Syaikh diam saja dan tidak berucap apapun. Lalu aku berkata: “Apakah pertanyaanku ini bid’ah, ya Syaikh.”
Syaikh al-Albani -rahimahullah- menjawab: “Tujuanku (ke sini untuk bertemu) orang yang memberi makan (bukan mengharap makanan).”
Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 47, hal.38
DIarsipkan di bawah: Akhlak Karimah | Ditandai: Edisi 47 | Leave a Comment »
Posted on Januari 23, 2009 by dzakhirah
Semerbak Harum Dari Kisah Umar bin Abdul Aziz
E. Sikap Khalifah setelah mendapatkan jabatan
Sufyan bin Waqi berkata : Ibnu Unaiyah bercerita kepada kami, dari Umar bin Dzar bahwasanya budak milik Umar bin Abdul Aziz berkata kepadanya setelah dikebumikannya jenazah Sulaiman : “Mengapa saya melihat anda bersedih?” Umar menjawab : ” Hendaknya seseorang yang menghadapi masalah seperti masalah yang saya hadapi bersedih, tidak ada seorangpun dari umat manusia melainkan saya berkeinginan menunaikan haknya tanpa perantara seorang yang menyampaikan kepadaku, dan tanpa perantara orang yang memintanya dariku.”
Ubaidillah bin Umar berkata : Umar bin Abdul Aziz berkhutbah kepada manusia, ia berkata : “Saya bukanlah orang paling baik diantara kalian, akan tetapi saya adalah orang yang paling berat bebannya di antara kalian.”
Hamad bin Zaid mengkisahkan dari Abu Hasyim bahwasanya seorang lelaki datang menemui Umar bin Abdul Aziz, lalu ia mengatakan : “Saya bermimpi melihat Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- di saat tidur, sedangkan Abu Bakar as-Shiddiq berada di sebelah kanan beliau, dan Umar bin Khattab berada di sebelah kirinya.tiba-tiba ada dua orang lelaki saling mengadukan perkara dan engkau berada di depan keduanya, lalu Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- berkata : Wahai Umar bin Abdul Aziz! Jika engkau memutuskan hukum lakukanlah seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab.” Lalu Umar meminta kepadanya untuk bersumpah atas nama Allah, dan berkata : “Apakah benar engkau mimpi demikian?” Lalu orang tersebut bersumpah untuknya bahwa ia bermimpi seperti itu, setelah itu Umar bin Abdul Aziz menangis.
Ya’qub al-Fasawi berkata : Ibrahim bin Hisyam bin Yahya bercerita kepada kami, ia berkata Ayahku menceritakan dari kakekku, ia berkata : Dahulu pernah aku bersama Abu Zakaria berada di depan pintu Umar bin Abdul Aziz, lalu kami mendengar suara tangisan. Lalu diceritakan bahwa : Amirul mukminin (Umar bin Abdul Aziz) memberikan pilihan kepada istrinya, antara tetap berada di rumahnya dalam keadaan seperti itu (berlaku zuhud), atau memilih tinggal di rumah ayahnya, maka menangislah istrinya serta budak-budak wanitanya. Dan Umar memberitahukan bahwa jabatan khalifah yang dipikulnya menyibukkannya dari urusan wanita. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi | Ditandai: Edisi 25 | Leave a Comment »