Adzan dan Iqomah di Telinga Bayi

Adzan dan Iqomah di Telinga Bayi

Assalâmu’alaikum, ana mau tanya, apakah adzan dan iqomat di telinga bayi yang baru lahir itu bid’ah? Syukran. [+62881559xxxx]

Wa’alaikumussalâm, sebelum kita menyimpulkan mari kita simak dua hadits di bawah ini:

[1]. Seputar Adzan Di Telinga Bayi

Dari Ubaidillah bin Abu Rafi’ dari ayahnya ia berkata:

رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ

Aku pernah melihat Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- mengumandangkan adzan seperti (adzan) untuk shalat di telinga Hasan bin Ali setelah dilahirkan oleh Fatimah. (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Pada mulanya Syaikh al-Albani -rahimahullah- menghukumi hasan hadits di atas. Dan ini dapat dilihat pada kitab karya beliau Irwâ` al-Ghalîl, no. 1173, dan Shahîh al-Kalim ath-Thayyib, no. 167 cetakan Maktabah al-Ma’arif.

Namun kemudian beliau melamahkan hadits tersebut pada takhrij beliau terhadap kitab Sunan at-Tirmidzi, no. 1514, Sunan Abi. Dawūd, no. 5104, Hidâyah ar-Ruwât, no. 4085, dan Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah, no. 321 cetakan terbaru. Silahkan lihat: al-I’lâm bi Âkhir Ahkâm al-Albâni al-Imâm, karya Muhammad bin Kamal Khalid as-Suyuthi, hlm. 90-91, cetakan Dâr Ibn Rajab.

Kesimpulannya, hadits di atas adalah lemah. baca lebih lanjut

Makan Saat Lapar Berhenti Sebelum Kenyang

Makan Saat Lapar Berhenti Sebelum Kenyang

Pertanyaan:

Ustadz, hadits yang berbunyi, “Makanlah pada saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang” apakah shahih? [+622817924XXX]

Jawaban:

Apabila yang antum maksud adalah hadits dengan lafazh berikut ini:

نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ

Kami adalah suatu kaum yang tidak akan makan sampai kami lapar, dan apabila kami makan maka kami berhenti sebelum kenyang.  Baca lebih lanjut

Mendatangi Paranormal

Mendatangi Paranormal

Assalâmu’alaikum. Mau tanya, saudara ana kehilangan Ijazah, jadi rencananya mau ke paranormal, bolehkah bertanya tentang ini kepada paranormal tersebut?

+6285297926XXX

Wa’alaikumussalâm. Mendatangi dukun, paranormal, tukang ramal atau orang-orang yang seprofesi dengannya untuk menanyakan sesuatu dari perkara ghaib –di antaranya barang hilang- hukumnya haram. Apabila sampai membenarkan ucapannya, maka dapat menyeretnya kepada kekufuran, kufur kepada al-Qur`an yang pada banyak tempat telah menjelaskan bahwa perkara ghaib hanya Allah semata yang tahu. Uah-ntuk lebih jelasnya mari kita menimba ilmu dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahull berikut:

Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

Barang siapa yang mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam. (HR. Muslim) Baca lebih lanjut

Syaikh al-Albani -rahimahullah- & Jamaah Tabligh

Syaikh al-Albani -rahimahullah-  & Jamaah Tabligh

Bismillâh. Ana abdullah dari Kolaka, Sulawesi Tenggara, mau tanya terkait adanya isu bahwa para ustadz salaf menyembunyikan fatwa Syaikh al-Albani kepada muridnya, Syaikh Ali Hasan, bahwa Jamaah Tabligh dibolehkan, mohon penjelasan, syukran. Saya dengar dari Jamaah Tabligh Surabaya.

Abdullah, Kolaka, Sultra +628124228XXX

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad -shollallahu alaihi wa sallam-, wa ba’du.

Setiap orang yang ingin menghidupkan sunnah nabi n dan menyebarkan kebaikan di bumi ini hampir tidak pernah lepas dari tuduhan dusta, isu miring atau prasangka yang dibuat-buat. Begitu pula para ustadz salaf di Indonesia atau bahkan para ulama dunia, mereka dituduh telah menyembunyikan fatwa Syaikh al-Albani -rahimahullah- yang konon katanya membolehkan Jamaah Tabligh. Namun, tuduhan tersebut tak berpijak pada suatu pondasi yang dapat mengokohkan. Sebaliknya, bahkan lebih lemah dari pada sarang laba-laba. Baca lebih lanjut

Kiat Ikhlas dalam Beramal

Kiat-kiat Ikhlas dalam Beramal

Tanya, bagaimana agar kita dapat ikhlas dalam beramal?
Hamba Allah, +622817928XXX

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah n. Wa ba’du.
Ikhlas merupakan perkara yang sangat agung dan penting. Sehingga ulama menyatakan bahwa ibadah tidak akan diterima melainkan dengan dua syarat penting; pertama: Ikhlas dan kedua: al-Mutâba’ah (sesuai tuntunan Nabi -shallollahu alaihi wa sallam-). Kedua hal ini bak dua sayap burung, satu sama lain saling membutuhkan. Apabila salah satunya patah, niscaya burung itu tidak akan bisa terbang.
Dan di sini kami akan mengulas syarat yang pertama saja, yaitu Ikhlas, khususnya tentang kiat-kiat ikhlas dalam beramal, sesuai dengan pertanyaan di atas.
Dan untuk menjawab soal tersebut, kami nukilkan jawabannya secara singkat dari Kitâb al-Ikhlâsh, karya Syaikh Husain bin Audah al-‘Awaisyah hafizhahullah. Kiat-kiat tersebut di antaranya:  Baca lebih lanjut

Ash-Shabuni dan Ibnu Arabi masing-masing ada dua ?!?

1) Nadharakumullâh, Bârakallâhu fîkum. Apa benar ash-Shabuni ada dua orang? (Yang) satu sunnah dan satu lagi ahli bid’ah? Bagaimana cara membedakannya? Juga Ibnu Arabi, ada dua? Syukran.
2) Kitab al-Hadyu an-Nabawi ash-Shahîh fî Shalâh at-Tarâwîh, karangan ash-Shabuni. Ini ash-Shabuni yang mana? Ia dikritik Syaikh al-Albani -rahimahullah-. Jazâkumullâh khairan, syukran katsiran.
3) Bârakallahu fîkum. Ana usul, kalau ada dua nama yang sama tapi beda manhaj, tolong dikasih catatan kaki untuk membedakan. Syukran. Riau, 085271411XXX Baca lebih lanjut

Membaca buku ‘Aidh al-Qorni !!!

1. Assalamua’laikum. Ustadz barakallahu fiika, apakah buku ‘Aidh al-Qarni tentang taubat yang ana lihat berisi dalil yang sah tidak seperti La Tahzan bisa dibaca dan diberikan pada ikhwan lain jazakallah ? Abu Ali. +628524XXXXXX.
Baca lebih lanjut