Kajian Ust Abu Ihsan 4-5 April 09

Telaah Buku

Hari/Tanggal: Sabtu 4 April 2009

Waktu: Ba’da Maghrib – Selesai

Tempat: Masjid Jami’ Makkah Jl. Bendul Merisi Tengah Surabaya

Materi: Surat Terbuka Untuk Para Istri

———————————————————————————–

Telaah Buku

Hari/Tanggal: Minggu 5 April 2009

Tempat: Masjid Al-Ikhlas Jl. Tanjung Sadari 59 Surabaya

Materi: Umat Islam di kepung Dari Segala Penjuru

———————————————————————————–

Kajian Akhowat

Hari/Tanggal: Minggu 5 April 2009

Waktu: Ba’da Ashar – Selesai

Tempat: Darut Tarbiyatul Ummah Jl. Pegirian No. 234 Surabaya

Iklan

Info Kajian Ust Yazid Tgl 19-21 Maret di Surabaya

Kajian Ilmiyah Ust Yazid Jawaz

Insya Allah diadakan Pada:

Hari/Tanggal: Kamis / 19 Maret 2009

Tempat: Masjid Mujahidin-Jl. Perak Barat No. 275 Surabaya

Materi: Sebab-sebab Naik dan Turunnya Iman

Untuk Umum Ikhwan/Akhwat

————————————————————————————————–

Khotib Sholat Jum’at

Hari/Tanggal: Jum’at/20 Maret 2009

Tempat: Masjid Ukhuwah Islamiyyah – Jl. Ikan Cucut No.1 Surabaya

————————————————————————————————-

Kajian Khusus Akhwat

Hari/Tanggal: Jum’at/20 Maret 2009

Waktu: Ba’da Ashar

Tempat: Darut Tarbiyah Ummat – Jl. Pegirian 234 Surabaya

———————————————————————————————-

Bedah Buku

Hari/Tanggal: Sabtu/21 Maret 2009

Waktu: 08.00 wib – 10.00 wib

Tempat: STIE Perbanas – Jl. Nginden Semolo No. 34 – 36 Surabaya

Materi: Bedah Buku “Jalan Taqwa Menuju Sukses Abadi”

Untuk Umum Ikhwan/Akhwat

Lima Faidah Penting Seputar Anjing

Lima Faidah Penting Seputar Anjing

Abu Ashim Mukhtar Arifin Lc

[1] Masuk Islam Setelah Berdialog Tentang
Jenggot dan Ekor Anjing !

Ada sebuah dialog antara seorang muslim yang aktif dalam berdakwah di jalan Allah ta’ala dengan seorang laki-laki kafir. Seorang da’i tersebut memiliki jenggot yang lebat, karena dia adalah orang yang komitmen dalam mengamalkan sunnah Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- yang mulia. Ketika orang kafir itu melihat jenggotnya yang panjang, maka ia ingin merendahkan, mengejek dan memperolok-oloknya. Orang kafir itu bertanya untuk mengejek jenggotnya : ”Mana yang lebih utama, jenggot ini ataukah ekor anjing?”

Da’i yang bijak dan sabar tersebut menjawab: ”Apabila jenggot ini akan berada di surga, maka ia lebih baik daripada ekor seekor anjing. Akan tetapi apabila jenggot ini akan berada di neraka, maka ekor seekor anjing lebih utama dari jenggot ini.”

Orang kafir itu pun segera mengatakan: ”Asyhadu alla ilâha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullâh (Saya bersaksi bahwa tiada ilâh yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah).”

Segala puji bagi Allah, akhirnya ia memeluk agama Islam dan termasuk orang-orang yang komitmen dalam menjalankannya. Semoga Allah memberi kita semua ketegaran dan istiqamah dalam memegang satu-satunya agama yang haq dan mulia ini. Baca lebih lanjut

Bahasa Arab, Bahasa Yang Mulia…

Bahasa Arab, Bahasa Yang Mulia….

Sesungguhnya bahasa Arab adalah pintu memahami al-Qur’an, bagian inti syariat agama dan kunci memahami Islam.
Bahasa Arab adalah bahasa yang paling luas kosa katanya, paling baik dalam pengungkapannya dan paling mulia diantara bahasa-bahasa yang ada.

Oleh karena itu, Allah -subhanallah wa ta’ala- menurunkan al-Qur’an dengan bahasa yang paling mulia, kepada Rasul yang paling mulia (Muhammad ), melalui malaikat yang paling mulia (Jibril -alaihi salam-), di lembah yang paling mulia di dunia ini (Mekkah), dan permulaan diturunkannya adalah di bulan yang paling mulia yaitu Ramadhan, maka sempurnalah kemuliaan dari segala segi. (Tafsir Ibnu Katsir 1/178, lihat Ithaful Ilfi hal. 14, karya Syaikh Musa Alu Nashr dan Syaikh Salim al-Hilali)

Tidak mungkin bagi seseorang bisa memahami al-Qur’anul Karim kecuali ia harus mengetahui bahasa Arab. Maka sepatutnya bagi kaum muslimin -dengan beraneka macam bahasa yang mereka berbicara dengannya- agar mereka mempelajari, mendalami dan menekuni bahasa Arab/bahasa al-Qur’an, agar mereka dapat memahami al-Qur’an, mendalami serta membacanya dengan baik. Baca lebih lanjut

Kisah Kelompok khawarij

Kisah Kelompok khawarij

Syaikh al-Albani berkata: Saya pernah bertemu mereka serta berdialog hingga tiga kali.

Pertemuan pertama : Berlangsung dari Ashar hingga Magrib, dan ketika tiba waktu shalat magrib mereka menyingkir tidak mau shalat bersama kami karena mereka menganggap kita kafir.

Pertemuan kedua : Berlangsung dari Magrib hingga jam 11 malam, akan tetapi nampak mulai terdapat tanda-tanda kebaikan pada mereka, ketika mereka memajukan saya menjadi Imam dan mereka shalat di belakang saya.

Pertemuan ketiga dan ini yang terakhir : Berlangsung dari Magrib hingga Subuh, hanya saja akhir pertemuan ini ditutup dengan kebaikan, dimana mereka bertaubat kembali kepada Allah.

Dan saya telah mengetahui perilaku mereka yang sangat menakjubkan sekali yang bertentangan yaitu : mereka baik, semangat untuk taat dan ibadah, melaksanakan shalat malam …dst.

Akan tetapi akidah mereka rusak dan tidak memberi faedah, dan merekapun tahu saat itu bagaimana penyimpangan mereka dan mereka mengetahui hidayah kepada akidah yang benar lantaran MANHAJ SALAF yang shahih.

Dari kitab al-As-ilah asy-Syaamiyah hal 108-109.

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 44 hal. 18)

Ucapan Para Salaf Tentang Waktu

مَعَ أَقْوَالِ السَّلَفِ عَنِ الْوَقْتِ

Ucapan Para Salaf Tentang Pentingnya Waktu

قاَلَ التَّابِعِيُّ الْجَلِيْلُ حَسَنُ الْبَصْرِي رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَم إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

Al-Hasan Al basri rahimahullah berkata :
Wahai anak adam sesungguhnya kalian adalah kumpulan hari demi hari
Tatkala berlalu suatu hari maka berkuranglah umurmu

وَقَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى ” إِنَّ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ يَعْمَلاَنِ فِيْكَ فَاعْمَلْ فِيْهِمَا

Umar bin Abdul Aziz -rahimahullah- berkata : “Sesungguhnya siang dan malam itu berbuat padamu (terus berputar bergantian lenyap) maka beramallah pada siang &malam.”

قاَلَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَا نَدِمْتُ عَلَى شئٍٍٍٍ نَدِمْتُ عَلَى يَوْمٍ وَ غَرَبَتْ شَمْسُهُ نَقَصَ فِيْهِ أَجَلِي وَلَمْ يَزِدْ فِيْهِ عَمَلِي

Ibnu mas’ud radhiyallahuanhu semoga Allah meridhainya berkata : “Tidaklah aku menyesali atas sesuatu seperti penyesalanku atas berlalunya satu hari dan mataharinya terbenam , umurku berkurang, akan tetapi tidak bertambah amalanku pada hari itu.”

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 44 hal. 59)

Tuk Mu Majalahku

Moga kau slalu istiqomah di setiap zaman

Karna kan trus bermunculan perusak panji kebenaran

Slalu muncul penerus perjuangan dakwah salafiyah

Senantiasa tegak pembela Sunnah memberantas hizbiyyah

Truslah konsis dalam dakwah yang kau emban

Angkatlah penamu tuk hancurkan kebodohan

Truslah maju tuk perlurus tiap penyimpangan

Teriakkan kebenaran meski itu asing bagi tiap insan

Jangan kau kendor hanya karna sebuah ocehan

Jangan mau dikalahkan oleh kata toleran

Kata tasamuh, sungkan serta cercaan

Tiada yang lebih indah selain surga dan bidadari nan menawan

Itulah bagianmu jangan kau tukar dengan secuil keduniaan