Kewajiban Pemerintah Dan Rakyat

Kewajiban Pemerintah Dan Rakyat
Oleh : Syaikh Walid bin Muhammad Saif An Nasr حفظه اللهَ

Melihat adanya beberapa kelompok yang hendak menyalakan api kerusuhan dan mengancam keamanan umat Islam dan kaum muslimin, mereka mengkafirkan pemerintahan Islam dan menyebut kesalahan-kesalahan penguasa di atas mimbar, dan menganggap tindakan mereka adalah jihad untuk meninggikan bendera Islam.

Maka dalam upaya menyingkap kebatilan mereka dan menepis kedustaan-kedustaan mereka serta menjelaskan cara yang benar dalam bermua’malah antara rakyat dan pemerintah, kami hadirkan di hadapan para pembaca makalah yang ditulis oleh Fadhilatus syaikh Walid bin Muhammad Saif An Nasr hafidzohulloh (salah seorang murid Syaikh al-Albani di Bahrain).

Semoga menjadi air yang menyegarkan rasa haus orang-orang yang mencari kebenaran dan sekaligus menjadi obat yang menyembuhkan sakit hati orang-orang yang mau kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Salaful Ummah.

KEWAJIBAN PEMERINTAH (UNTUK BERBUAT ADIL) TERHADAP RAKYATNYA
Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (memerintahkan kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. “ (QS. An-Nisa’ : 58 )
“Sesungguhnya Allah memerintahkan(kalian) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji ,kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. “ (QS. An-Nahl : 90 ) Baca lebih lanjut

Iklan

Nasehat Bagi Para Da’i Salafy

Nasehat bagi para da’i salafy
Oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin

Diantara adab para dai yang wajib untuk mereka jalankan, adalah tolong menolong diantara mereka. Dan tidak selayaknya mereka berkeinginan agar ucapannya saja yang diterima dan harus didahulukan dari pada orang lain. Tapi semestinya keinginan seorang dai adalah agar dakwah (kebenaran), diterima baik lewat dirinya atau orang lain. Selama keinginan anda adalah tegaknya agama Allah (di muka bumi) maka jangan anda perdulikan darimana kebenaran itu kan menyebar, apakah dari anda atau yang lainnya.

Memang benar bahwa seseorang berkeinginan agar kebaikan itu berada ditangannya, tapi tidak boleh dia membenci kalau seandainya kebaikan itu juga ada ditangan orang lain. Yang wajib baginya adalah agar agama Allah tegak darimana saja datangnya. Jika seorang dai telah membangun pemikirannya di atas kaidah ini, maka dia akan membantu saudaranya dalam berdakwah di jalan Allah meskipun manusia lebih banyak condong kepada orang lain dari pada dirinya.

Yang wajib bagi para dai adalah bergotong-royong diantara mereka dan saling bermusyawarah, berpijak di atas satu pijakan dan berjuang karena Allah baik berdua-dua, atau bertiga atau berempat (QS. Saba’ : 46)

Baca lebih lanjut