Mengenal Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz

Mengenal Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz -rahimahullah-

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh para sahabat beliau.

Allah ta’ala berfirman :

“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. Ar-Radd : 41)

Atha’ -rahimahullah- berkata : “Makna ayat ini : “lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya”, adalah kematian para ulamanya”.

Ibnu Abdil Bar -rahimahullah- berkata : “Pendapat Atha’ dalam menafsirkan ayat ini sangat baik, para ulama menyepakatinya”.

Dan kematian seorang ahli ilmu (ulama) merupakan bencana bagi Islam dan lebih besar pengaruhnya bagi umat daripada ketiadaan pangan dan minuman yang menimpa mereka, karena umat membutuhkan ilmu setiap waktu, sedangkan pangan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari.

Dan kematian para ulama adalah sebab terangkatnya ilmu syariat, sebagaimana sabda Nabi :

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِعِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu begitu saja dari manusia, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, hingga jika tidak tersisa lagi seorang ulama, manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya dan berfatwa tanpa ilmu, maka mereka pun sesat dan menyesatkan”. (HR. Bukhari dalam kitabul ilmi)

Ya Allah selamatkanlah agama kami yang merupakan pokok urusan kami …
Dan berilah kami pahala dari musibah yang menimpa kami, dan berilah ganti yang lebih baik darinya…amin Baca lebih lanjut

Iklan