Surat Buat Kelompok – Kelompok Dakwah

Surat Buat Kelompok – Kelompok Dakwah
Oleh : Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Agama adalah nasehat
Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :

الدِّينُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا : لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : لِلهِ، وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَ ئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

“Agama adalah nasehat, kami (para sahabat) bertanya : untuk siapa wahai Rasulullah ? Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam –menjawab- : untuk Allah, kitabnya, Rasulnya, dan untuk para pemimpin kaum muslimin dan orang awamnya.”(HR. Muslim).

Dan sebagai aplikasi sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- di atas, maka saya ingin menyampaikan nasehat kepada seluruh kelompok dakwah Islam, agar senantiasa berpegang teguh dengan al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih berdasarkan pemahaman para ulama salaf,seperti : para sahabat, tabi’in, para imam mujtahidin dan orang-orang senantiasa meniti jejak mereka.

Kepada Kelompok Sufi

1. Nasehat saya kepada mereka agar menunggalkan Allah dalam do’a dan isti’anah (meminta pertolongan) sebagai bentuk perwujudan dari firman Allah :

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”(QS. Al-Fatihah : 5).
Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :

الدُّعَاءُ هُوَ اْلعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah.”(HR. Tirmidzi dan beliau berkata : hadits hasan shahih).

Dan wajib bagi mereka untuk meyakini bahwa Allah ada di atas langit, sebagaimana firman-Nya :

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,”(QS. Al-Mulk : 16).

Ibnu Abbas -radhiallohu anhuma-, berkata Dia adalah Allah (sebagaimana disebutkan Ibnul Jauzi dalam tafsirnya).

Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :

أَلاَ تَأْمَنُوْنِيْ وَأَنَا أَمِيْنٌ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Tidaklah kalian percaya kepadaku, padahal saya adalah kepercayaan dzat yang di langit”(HR. Bukhari dan Muslim). Dan arti di langit adalah di atas langit.

2. Hendaklah mereka senantiasa mendasari dzikir-dzikir mereka dengan apa yang ada dalam al-Qur’an dan sunnah (yang shohih –ed.) serta amalan para sahabat. Baca lebih lanjut

Iklan

Posisi Makmum Masbuk Jika Jama’ah 2 Orang

Assalamualaikum. Ustadz apabila sholat jama’ah hanya 2 orang sejajar dengan imam lalu datang makmum masbuk, apakah makmum pertama mundur di belakang imam untuk bergabung dengan makmum yang masbuk ? 081 3830xxxxx.

Baca lebih lanjut

Mengucap Bismillah di Kamar Mandi

Assalamualaikum. Ustadz afwan ana mau tanya apa hukumnya mengucapkan bismillah di dalam kamar mandi/wc saat akan wudhu atau mandi wajib. Tolong dijawab karena tempat bertanya kami sangat sedikit. Syukran. 085 2420xxxxx.

Baca lebih lanjut

Atsar Ibnu Abbas “Kufrun Duuna Kufrin”

Benarkah atsar Ibnu Abbas -Radhiallohuanhuma- “Kufrun Duuna kufrin” ?

Oleh : Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly

Anak cucu Khawarij masih eksis di tengah-tengah medan dakwah, mereka selalu mengembar-gemborkan warisan nenek moyang mereka, yaitu pengkafiran terhadap penguasa kaum muslimin. Segala cara mereka upayakan demi kelancaran tipu daya mereka terhadap kaum muslimin.
Mereka mencoba untuk melariskan dagangan mereka dengan membawakan ayat 44 dari surat Al-Maidah untuk mengkafirkan semua penguasa kaum muslimin. Oleh karenanya, Dakwah Salafiyah berusaha untuk membongkar kedok dan kesesatan mereka dengan membawakan atsar Abdullah bin Abbas c seorang ahli tafsir Al-Qur’an dari kalangan sahabat Rasulullah -Shollallah alaihi wa sallam- serta ucapan para ulama salaf yang lain tentang ayat tersebut.
Ketika mereka tidak sanggup untuk melawan atsar Ibnu Abbas c tersebut, mereka pun berpindah cara dengan menyatakan atsar tersebut lemah, padahal makar mereka lah yang lebih lemah dari sarang laba-laba.

Baca lebih lanjut

T’lah Tiba Waktu Berpisah

Di penghujung acara Dauroh Syar’iyyah VIII, Trawas, Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi al-Atsari mempersembahkan beberapa bait syair karya beliau sendiri kepada para peserta. Beliau bertutur:

حَانَ الوَدَاعُ وَ ذَا الوَدَاعُ قَرِيْبُ آنَ الفِرَاقُ وَ فِي النُّفُوْسِ نَحِـيْبُ

فَـإِلَى اللِّقَا عَلَّ اللقاءَ يَحُـضُّنَا نَحْوَ الثَّبَـاتِ وَ رَبُّنَا لَمُجِيْــبُ

يَا إِخْوَتِيْ فِي اللهِ هَاكُمْ كِلْـمَةً مِنْ صَادِقٍ فِي النُّصْحِ وَهُوَ حَبِيْبُ

هَيَّا اسْتَجِيْبُوْا نُصْحَنَا مِنْ قَلْبِـنَا فَالخُلْقُ فِيْـكُمْ حَاضِرٌ وَ أَدِيْـبُ

اِلْزَمْ أُخَيَّ لِنَهْجِ أَسْـلاَفٍ مَضَوْا اِنْفِذْ طَرِيْقَ الحَقِّ أَنْتَ غََرِيْــبُ

وَعَلَيْكَ بِالْعِلْمِ الشَّرِيْفِ سَـلاَمَةً فَـالجَهْلُ دَاءٌ وَ العَلِيْمُ طَبِــيْبُ

لِنْ يَا أَخِيْ فَـالحَقُّ يُثْـقِلُ غَيْرَهُ وَ اللِّيْنُ يَسْمُوْ بِالهُدَى وَيَطِيْــبُ

حَافِظْ أُخَيَّ عَلَى صَدِيْقِكَ سَالِماً مِنْ كُلِّ ظَنٍّ أَنْتَ فِيْـهِ مَعِيْــبُ

خُذْ مَا صَفَا إِنَّ الوُضُوْحَ لَجَيِّـدٌ دَعْ كُلَّ كَدْرٍ فِيْهِ أَنْتَ مُرِيْــبُ

إِنَّ التَّحَزُّبَ وَالتَّعَصُّبَ قَـاتِـلٌ وَاللَّهُ مِنْ فَوْقِ الأَنَـامِ حَسِيْــبُ

وَ انْظُرْ أُخَيَّ إِلَى الحَيَاةِ بِبَسْـمَةٍ لاَ لَسْتُ أَرْضَاكَ بِـذَاكَ كَئِيْـبُ

وَدَعِ التَّهَاجُرَ وَ التَّخَاصُمَ إِنَّـهُ بَابٌ إِلَى كَسْرِ القُلُوْبِ رَهِيْــبُ

يَا أَيُّهَا الإِخْوَانُ أَنْتُمْ صَــفْوَةٌ فِي دَعْوَةٍ ذَا غُـصْنُهَا لَرَطِيْــبُ

أَمَّا الخِتَـامُ فَحِرْصُنَا يَا إِخْوَتِيْ أَنْ تُوْقِنُوْا أَنِّيْ بِـذَاكَ مُصِيــْبُ

Waktu berpisah telah tiba dan telah begitu dekat
Perpisahan kan datang, dan jiwa ini terasa berat
Sampai jumpa, semoga pertemuan ini mendorong kita
Menuju keteguhan dan Rabb kita Maha menjawab doa
Wahai saudaraku seagama, ku persembahkan sepatah kata
Dari jiwa yang tulus menasehati seraya mengharap pahala
Ayo, perkenankanlah olehmu nasehat dari lubuk hati kami
Sebab, akhlak kalian selalu hadir dengan penuh sopan diri
Wahai saudaraku, genggamlah erat manhaj salaf umat ini
Laksanakan jalan kebenaran, engkau kan semakin asing
Wajib oleh kalian menuntut ilmu mulia demi keselamatan
Sebab bodoh adalah racun dan ulama adalah dokter kesembuhan
Saudaraku, bersikap lembutlah, kebenaran ini berat bagi jiwa
Dengan petunjuk-Nya kelembutan terangkat dan baik adanya
Wahai saudaraku, jagalah sahabatmu selamat senantiasa
Dari segala praduga yang engkau dapat tercela dengannya
Ambillah yang suci, sebab yang terang adalah hal baik
Tinggalkan segala kotoran yang membuatmu menjadi ragu
Sungguh, berkelompok dan fanatik dapat menghancurkan
Dan Allah di atas segala makhuk-Nya Maha menyaksikan
Wahai saudaraku, sambutlah hidup ini dengan senyuman
Tidak, aku tidak rela engkau terjerumus dalam penderitaan
Dan tinggalkan sikap saling tidak tegur sapa dan bermusuhan
Karena semua itu pintu penghancur hati yang menakutkan
Wahai saudaraku sekalian, kalian merupakan manusia pilihan
Sebagai pengemban dakwah yang berbatang kekokohan
Dan sebagai penutup, maka antusias kami wahai saudaraku
Semoga kalian yakin, aku berucap benar dalam menasehatimu

Alih Bahasa M Sulhan Jauhari, Lc

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 38)

Edisi 38