Mahmud Syukri al-Alusi

Abu al-Ma’ali Mahmud Syukri al-Alusi
1273-1342 H.

Nama dan Nasab

Nama lengkap beliau Abu al-Ma’ali Jamaluddin bin as-Sayid Abdullah Baharuddin bin Muhammad al-Khathib al-Alusi al-Baghdadi al-Husaini.
Jika ditinjau dari nasab/keturunannya, beliau adalah keturunan Imam al-Husain bin Ali bin Abi Thalib -radhialluhu anhuma-. Dilahirkan di kota Baghdad di rumah kakek beliau 19 Ramadhan 1273 H bertepatan denga tanggal 12 Mei 1856 M.

Pada nama beliau ada kata al-Alusi yang menunjukkan bahwa beliau berasal dari keluarga yang berintisab kepada al-Alusiyah, yang dinisbatkan kepada Alus (ألوس). Pendapat inilah yang dikuatkan oleh al-‘Alâmah Muhammad Bahjah al-Atsari dalam kitab A’lâm al-‘Irâq, hlm. 7.

Alusi adalah sebuah daerah dekat sungai Eufrat, Irak. Keluarga Alusi adalah penduduk asli kota Baghdad. Mereka berpindah disebabkan berkobarnya fitnah dan peperangan yang terjadi di Baghdad pada akhir tahun 111 H. Dan pada akhir abad 12 H, kakek beliau kembali ke Baghdad dan menetap di negeri tersebut.  Baca lebih lanjut

Semua Ada Hikmahnya

Semua Ada Hikmahnya

Ini adalah keyakinan orang-orang yang istiqamah di jalan Allah. Allah dalam segala takdir-Nya memiliki hikmah, apa yang Dia cintai atau benci mengandung hikmah yang mendalam. Seandainya Allah berkehendak, Dia akan mencegah seorang hamba untuk bermaksiat kepada-Nya. Allah tidaklah dimaksiati dengan paksaan. Tidak ada di dunia ini melainkan dengan kehendak-Nya.

Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. [QS. al-A’râf: 54].
Mereka meyakini, tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia atau percuma, dan bahwasanya Allah memiliki hikmah yang mendalam dalam setiap takdir-Nya yang baik atau yang buruk, dalam ketaatan maupun maksiat. Ada hikmah yang dalam, yang terkadang akal tidak bisa menyelaminya dan lisan sulit mengungkapkannya. Semua takdir-Nya terhadap yang Dia benci dan Dia murkai bersumber dari nama-Nya yang mulia “al-Hakîm” (Yang Maha Bijaksana). Allah ta’âlâ berfirman kepada Malaikat-Nya:

Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’. Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’. Maka Allah pun menjawab mereka dengan firman-Nya: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui?. [QS. al-Baqarah: 30]. Baca lebih lanjut

Edisi 43

vol-8-no-1-edisi-43

Ash-Shabuni dan Ibnu Arabi masing-masing ada dua ?!?

1) Nadharakumullâh, Bârakallâhu fîkum. Apa benar ash-Shabuni ada dua orang? (Yang) satu sunnah dan satu lagi ahli bid’ah? Bagaimana cara membedakannya? Juga Ibnu Arabi, ada dua? Syukran.
2) Kitab al-Hadyu an-Nabawi ash-Shahîh fî Shalâh at-Tarâwîh, karangan ash-Shabuni. Ini ash-Shabuni yang mana? Ia dikritik Syaikh al-Albani -rahimahullah-. Jazâkumullâh khairan, syukran katsiran.
3) Bârakallahu fîkum. Ana usul, kalau ada dua nama yang sama tapi beda manhaj, tolong dikasih catatan kaki untuk membedakan. Syukran. Riau, 085271411XXX Baca lebih lanjut