Edisi 44

vol-8-no-1-edisi-44-convert

Iklan

Kisah Kelompok khawarij

Kisah Kelompok khawarij

Syaikh al-Albani berkata: Saya pernah bertemu mereka serta berdialog hingga tiga kali.

Pertemuan pertama : Berlangsung dari Ashar hingga Magrib, dan ketika tiba waktu shalat magrib mereka menyingkir tidak mau shalat bersama kami karena mereka menganggap kita kafir.

Pertemuan kedua : Berlangsung dari Magrib hingga jam 11 malam, akan tetapi nampak mulai terdapat tanda-tanda kebaikan pada mereka, ketika mereka memajukan saya menjadi Imam dan mereka shalat di belakang saya.

Pertemuan ketiga dan ini yang terakhir : Berlangsung dari Magrib hingga Subuh, hanya saja akhir pertemuan ini ditutup dengan kebaikan, dimana mereka bertaubat kembali kepada Allah.

Dan saya telah mengetahui perilaku mereka yang sangat menakjubkan sekali yang bertentangan yaitu : mereka baik, semangat untuk taat dan ibadah, melaksanakan shalat malam …dst.

Akan tetapi akidah mereka rusak dan tidak memberi faedah, dan merekapun tahu saat itu bagaimana penyimpangan mereka dan mereka mengetahui hidayah kepada akidah yang benar lantaran MANHAJ SALAF yang shahih.

Dari kitab al-As-ilah asy-Syaamiyah hal 108-109.

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 44 hal. 18)

Ucapan Para Salaf Tentang Waktu

مَعَ أَقْوَالِ السَّلَفِ عَنِ الْوَقْتِ

Ucapan Para Salaf Tentang Pentingnya Waktu

قاَلَ التَّابِعِيُّ الْجَلِيْلُ حَسَنُ الْبَصْرِي رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَم إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

Al-Hasan Al basri rahimahullah berkata :
Wahai anak adam sesungguhnya kalian adalah kumpulan hari demi hari
Tatkala berlalu suatu hari maka berkuranglah umurmu

وَقَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى ” إِنَّ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ يَعْمَلاَنِ فِيْكَ فَاعْمَلْ فِيْهِمَا

Umar bin Abdul Aziz -rahimahullah- berkata : “Sesungguhnya siang dan malam itu berbuat padamu (terus berputar bergantian lenyap) maka beramallah pada siang &malam.”

قاَلَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَا نَدِمْتُ عَلَى شئٍٍٍٍ نَدِمْتُ عَلَى يَوْمٍ وَ غَرَبَتْ شَمْسُهُ نَقَصَ فِيْهِ أَجَلِي وَلَمْ يَزِدْ فِيْهِ عَمَلِي

Ibnu mas’ud radhiyallahuanhu semoga Allah meridhainya berkata : “Tidaklah aku menyesali atas sesuatu seperti penyesalanku atas berlalunya satu hari dan mataharinya terbenam , umurku berkurang, akan tetapi tidak bertambah amalanku pada hari itu.”

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 44 hal. 59)